Você está em: Home » Arquivos de 2015
Makalah Pengembangan Fisik Motorik Anak Usia Dini by Aprima Nindi
Makalah
Tujuan, Fungsi, Kapan dan Dimana Perkembangan Fisik Motorik
Anak
Diajukan
Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah
Pengembangan
Fisik Motorik Anak Usia Dini
Dosen
Pengampu : Fatmawati Alim, M.Or.
Oleh
:
APRIMA
NINDI
1486207001
PENDIDIKAN
GURU ANAK USIA DINI
SEKOLAH
TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PAHLAWAN
TUANKU TAMBUSAI
BANGKINANG
2015
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Perkembangan psikomotor dapat dilakukan dengan
mengamati kemampuan yang dimiliki anak pada usia tertentu, seperti misalnya
anak sudah bisa berjalan pada usia 8 bulan, mulai berlari pada usia2 tahun,
dapat melakukan gerakan-gerakan keseimbangan seperti misalnya berjalan dengan
berjinjit ataupun melempar barang untuk menjaga keseimbangan tubuhnya, serta
kemampuan anakmemberikan perhatian pada suatu kegiatan. Perkembangan motorik
halus diamati dengan melihatkemampuan tangan anak melakukan pekerjaan spesifik
seperti misalnya menulis, menggambar,mengikat tali sepatu, menggengam sesuatu
dengan ibu jari dan telunjuk, serta kemampuan anak untuk makan sendiri.
Sedangkan perkembangan kognitif dapat dikenali dengan menghitung seberapa
banyak kosakata yang dimiliki anak pada usianya. Idealnya, balita sudah
dapat memiliki setidaknya 50 kata padausia dua tahun, dan kosata kata tersebut
berkembang hingga mencapai 1000 kosa kata pada usia lima tahun. Perkembangan
tata bahasa dilihat dengan kemampuan anak mengucapkan 3 kata dalam 1kalimat
pada usia 3 tahun.
B.
Rumusan
Masalah
a.
Bagaimanakah pandangan
perkembangan fisik-motorik anak menurut para ahli?
b.
Apa tujuan perkembangan
fisik motorik pada anak?
c.
Apa fungsi program
pengembangan fisik motorik anak?
d.
Kapan dan dimana
perkembangan fisik motorik itu ?
C. Tujuan
dan Manfaat
1. Tujuan
-
Untuk mengetahui perkembangan
fisik-motorik anak menurut para ahli
-
Untuk mengetahui tujuan
perkembangan fisik motorik pada anak
-
Untuk mengetahui fungsi program
pengembangan fisik motorik anak
-
Untuk mengetahui Kapan dan dimana
perkembangan fisik motorik
2.
Manfaat
-
Sebagai
sumber bacaan dan tambahan bagi semua pihak yang ingin mengetahui perkembangan
fisik-motorik anak.
-
Sebagai
bahan perbandingan dengan makalah lain yang mengangkat masalah yang sama.
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Pandangan Perkembangan Fisik Motorik
Anak Menurut Para Ahli
Perkembangan
fisik motorik diartikan sebagai perkembangan dari unsur kematangandan pengendalian gerak tubuh. Karena keterampilan motorik halus membutuhkan kemampuan
yang lebih sulit misalnya konsentrasi, kontrol, kehati-hatian, dan koordinasi
otot tubuh yang satu dengan yang lain. Perkembangan fisik adalah pertumbuhan
dan perubahan yang terjadi pada tubuh/badan jasmani seseorang. Perkembangan
fisik merupakan hal yang bersifat tampak dan dapat mudah dilihat dengan kasat
mata. Perkembangan fisik meliputi bertambahnya berat badan, tinggi
badan,tumbuhnya gigi pada anak dll. Perkembangan motorik adalah proses tumbuh
kembang kemampuan gerak seorang anak. Pada dasarnya, perkembangan ini
berkembang sejalan dengan kematangan saraf dan otot anak.Sehingga, setiap
gerakan sesederhana apapun, adalah merupakan hasil pola interaksi yang kompleks
dari berbagai bagian dan sistem dalam tubuh yang dikontrol oleh otak.
Perkembangan kemampuan motorik merupakan perkembangan pengendalian gerakan
jasmani yang terkoordinasi antar pusat syaraf, urat syaraf dan otot.
Perkembangan motorik meliputi motorik kasar dan motorik halus.
Motorik
kasar adalah gerakan tubuh yang menggunakan otot-otot besar atau sebagian besar
atau seluruh anggota tubuh yang dipengaruhi oleh kematangan anak itu sendiri.
Contohnya kemampuan duduk, menendang, berlari, naik-turun tangga dan
sebagainya.
Sedangkan motorik halus adalah gerakan yang menggunakan otot-otot halus atau sebagian anggota tubuh tertentu, yang dipengaruhi oleh kesempatan untuk belajar dan berlatih. Misalnya, kemampuan memindahkan benda dari tangan, mencoret-coret, menyusun balok, menggunting, menulis dan sebagainya. Kedua kemampuan tersebut sangat penting agar anak bisa berkembang dengan optimal.
Sedangkan motorik halus adalah gerakan yang menggunakan otot-otot halus atau sebagian anggota tubuh tertentu, yang dipengaruhi oleh kesempatan untuk belajar dan berlatih. Misalnya, kemampuan memindahkan benda dari tangan, mencoret-coret, menyusun balok, menggunting, menulis dan sebagainya. Kedua kemampuan tersebut sangat penting agar anak bisa berkembang dengan optimal.
Berikut tahapan-tahapan perkembangannya:
Usia 1-2 tahun
|
Motorik Kasar
|
Motorik Halus
|
|
•merangkak
• berdiri dan berjalan beberapa langkah •berjalan cepat • cepat-cepat duduk agar tidak jatuh • merangkak di tangga • berdiri di kursi tanpa pegangan • menarik dan mendorong benda-benda berat • melempar bola |
• mengambil
benda kecil dengan ibu jari atau telunjuk
• membuka 2-3 halaman buku secara bersamaan • menyusun menara dari balok • memindahkan air dari gelas ke gelas lain • belajar memakai kaus kaki sendiri • menyalakan TV dan bermain remote • belajar mengupas pisang |
Usia 2-3 tahun
|
Motorik Kasar
|
Motorik Halus
|
|
•
melompat-lompat
• berjalan mundur dan jinjit • menendang bola • memanjat meja atau tempat tidur • naik tangga dan lompat di anak tangga terakhir • berdiri dengan 1 kaki |
•
mencoret-coret dengan 1 tangan
• menggambar garis tak beraturan • memegang pensil • belajar menggunting • mengancingkan baju • memakai baju sendiri |
Usia 3-4 tahun
|
Motorik Kasar
|
Motorik Halus
|
|
• melompat
dengan 1 kaki
• berjalan menyusuri papan • menangkap bola besar • mengendarai sepeda • berdiri dengan 1 kaki |
• menggambar
manusia
• mencuci tangan sendiri • membentuk benda dari plastisin • membuat garis lurus dan lingkaran cukup rapi |
Usia 4-5 tahun
|
Motorik Kasar
|
Motorik Halus
|
|
• menuruni
tangga dengan cepat
• seimbang saat berjalan mundur • melompati rintangan • melempar dan menangkap bola • melambungkan bola |
• menggunting
dengan cukup baik
• melipat amplop • membawa gelas tanpa menumpahkan isinya • memasikkan benang ke lubang be |
Berikut beberapa Pandangan Perkembangan Fisik
Motorik Anak Menurut Para Ahli :
1. Menurut Hurlock (1998) - perkembangan motorik
adalah perkembangan pengendalian gerak jasmaniah melalui kegiatan pusat syaraf,
urat syaraf dan otot yang terkoordinasi. Pengendalian berasal dari perkembangan
refleksi dan kegiatan massa yang ada pada waktu lahir. Perkembangan
keterampilan motorik merupakan faktor yang sangat penting bagi perkembangan
kepribadian anak secara keseluruhan.
2.
Menurut Syamsyudin, Motorik kasar adalah aktivitas
dengan menggunakan otot-otot besar yang meliputi gerak dasar
lokomotor,nonlokomotor.
3.
Menurut Rini Handayani, anak usia 4-6 tahun yang melalui
masa preschool memiliki banyak keuntungan dalam hal fisik
motorik bila dilakukan lewat permainan-permainan.
4.
Tinning (ulfiani:2003) menyatakan : “With any education innovation
there is a good deal of modification of the original ideas as it is implemented
at the individual school and classroom level. The original notion of daily
physical education as outlined by the south Australian materials has been
modified in many ways”.
Maksudnya
dengan pesatnya inovasi pendidikan dewasa ini, sangat memungkinkan kalangan
praktisi pendidikan, khususnya pendidikan jasmani untuk melakukan modifikasi.
Modifikasi tersebut timbul berdasarkan tuntutan pengembangan untuk memecahkan
beberapa masalah yang dijumpai di lapangan seperti kejenuhan anak, kurang
tereksploitasinya kemampuan gerak anak, dan karakteristik anak usia dini yang
berbeda dengan anak dewasa.
Modifikasi
tersebut dapat berupa perubahan luas lapangan, alat yang digunakan, peraturan
yang digunakan, dan lain-lain.
B. Tujuan perkembangan fisik motorik pada
anak
Tujuan dari pengembangan motorik yaitu melakukan aktivitas
fisik secara terkoordinasi dalam rangka kelenturan dan persiapan untuk menulis,
keseimbangan, kelincahan dan melatih keberanian. Dan untuk mengekspresikan diri
dan berkreasi dengan berbagai gagasan dan imajinasi dengan menggunakan berbagai
media menjadi suatu karya seni.
Setiap perkembangan fisik motorik pada anak mempunyai
karakterisitik yang berbeda-beda, sesuai dengan usia dan tahapan
perkembangannya. Semakin bertambah usia anak maka keterampilan motoriknya pun
semakin meningkat. Pada dasarnya anak suka sekali belajar, asalkan pembelajaran
dilakukan dengan cara bermain yang menyenangkan.
Tujuan perkembangan fisik motorik pada anak usia dini,
meliputi pengembangan keterampilan motorik kasar dan motorik halus.
Pengembangan keterampilan motorik kasar:
1)
Mampu meningkatkan keterampilan gerak.
2)
Mampu memelihara dan meningkatkan kebugaran jasmani
3)
Mampu menanamkan sikap percaya diri
4) Mau
bekerja sama
5)
Mampu berperilaku disiplin, jujur, dan sportif
Pengembangan keterampilan motorok
halus
1)
Mampu memfungsikan otot-otot kecil seperti gerakan jari tangan.
2)
Mampu mengkoordinasikan kecepatan tangan dengan mata.
3)
Mampu mengendalikan emosi
C.
Fungsi program pengembangan fisik
motorik anak
Fungsi program pengembangan motorik anak usia dini,
pengembangannya adalah sebagai berikut;
Fungsi model program pengembangan keterampilan motorik
kasar.
1) Sebagai alat
pemacu pertumbuhan dan perkembangan jasmasi, rohani, dan kesehatan untuk anak usia
dini.
2) Sebagai alat
untuk membentuk, membangun dan memperkuat tubuh anak usia dini.
3) Sebagai alat
melatih keterampilan dan ketangkasan gerak juga daya pikir anak usia dini.
4) Sebagai
alat untuk meningkatkan perkembangan emosional.
5) Sebagai alat
untuk meningkatkan perkembangan sosial.
6) Sebagai
alat untuk menumbuhkan perasaan senang dan memahami manfaat kesehatan pribadi.
Fungsi model program pengembangan keterampilan motorik
halus.
1) Sebagai alat
untuk mengembangkan keterampilan gerak kedua tangan
2) Sebagai alat
untuk mengambangkan koordinasi kecepatan tangan dengan gerakan mata.
3) Sebagai alat untuk
melatih penguasaan emosi.
D. Kapan dan dimana perkembangan fisik
motorik
Perkembangan motorik adalah proses tumbuh
kembang kemampuan gerak seorang anak. Pada dasarnya, perkembangan ini
berkembang sejalan dengan kematangan saraf dan otot anak. Sehingga, setiap
gerakan sesederhana apapun, adalah merupakan hasil pola interaksi yang kompleks
dari berbagai bagian dan system dalam tubuh yang dikontrol oleh otak. Dan patut
diingat, perkembangan setiap anak tidak bisa sama, tergantung proses kematangan
masing-masing anak.
Perkembangan fisik motorik pada anak dapat
ditandai dari pertumbuhan fisiknya yang meliputi peningkatan berat badan,
tinggi badan, lingkar kepala dan tonus otot. Pertumbuhan fisik anak perlu
dicermati. Sebab, kurang optimalnya pertumbuhan fisik dapat menjadi pertanda
ada sesuatu pada diri anak. Pada usia 3-6 tahun, seorang anak tumbuh dengan
cepat, namun tidak secepat masa sebelumnya. Pada usia 3 tahun, tubuh, tangan
dan kaki si anak akan tumbuh semakin panjang. Kepala masih relatif besar, akan
tetapi bagian tubuh lainnya terus berusaha menyusul seiring dengan semakin
miripnya bagian anggota tubuhnya dengan tubuh orang dewasa.
Umumnya tubuh anak laki-laki lebih tinggi dan
lebih berat serta memiliki banyak otot pada setiap kilogram berat tubuhnya.
Sedangkan anak perempuan memiliki jaringan lemak lebih banyak. Baik anak
laki-laki maupun perempuan biasanya tumbuh sekitar 5-7,5 sentimeter per tahun
sepanjang usia balita dan mendapatkan 2-3 kg per tahun. Berat dan tinggi anak
laki-laki akan tetap seperti itu sampai pertumbuhannya menyentuh masa pubertas.
Anak yang terampil dan menguasai gerakan motoriknya, umumnya memiliki fisik
yang sehat lantaran banyak bergerak. Keterampilan motorik tersebut tentunya
memengaruhi kemandirian dan rasa percaya diri anak dalam mengerjakan sesuatu,
karena ia sadar akan kemampuan fisiknya. Pada usia balita ini terjadi kemajuan
yang besar dalam keterampilan motorik kasar, seperti berlari, melompat yang
melibatkan penggunaan otot besar.
Hal ini didukung dengan perkembangan daerah
sensoris dan motor pada korteks yang memunginkan koordinasi yang lebih baik
antara apa yang diinginkan oleh anak dan apa yang dapat dilakukannya. Tulang
dan otot mereka semakin besar sehingga memungkinkan mereka untuk berlari,
melompat dan memanjat lebih cepat, lebih jauh dan lebih baik. Seiring dengan
pengembangan kedua keterampilan tersebut, anak balita terus menggabungkan
berbagai kemampuan yang telah mereka miliki dengan yang baru mereka dapatkan,
untuk menghasilkan kemampuan yang lebih kompleks.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Perkembangan fisik mencakup perkembangan motorik kasar (otot besar) dan
motorik halus (otot kecil). Yang dimaksud motorik adalah semua gerakan yang
mungkin didapatkan oleh seluruh tubuh. Gerakan motorik kasar adalah kemampuan
yang membutuhkan koordinasi sebagian besar bagian tubuh anak, yang lebih
menggunakan otot-otot besar.
Tujuan dari pengembangan motorik yaitu
melakukan aktivitas fisik secara terkoordinasi dalam rangka kelenturan dan
persiapan untuk menulis, keseimbangan, kelincahan dan melatih keberanian. Dan
untuk mengekspresikan diri dan berkreasi dengan berbagai gagasan dan imajinasi
dengan menggunakan berbagai media menjadi suatu karya seni.
Setiap perkembangan fisik motorik
pada anak mempunyai karakterisitik yang berbeda-beda, sesuai dengan usia dan
tahapan perkembangannya. Semakin bertambah usia anak maka keterampilan
motoriknya pun semakin meningkat. Pada dasarnya anak suka sekali belajar,
asalkan pembelajaran dilakukan dengan cara bermain yang menyenangkan.
B.
Saran
Demikianlah makalah yang kami buat semoga
bermanfaat bagi pembaca apabila ada saran yang ingin disampaikan, silahkan
sampaikan kepada kami apabila terdapat kesalahan mohon dimaafkan dan
memakluminya, karena kami masih dalam proses belajar.
|
|
||||||